Arsip Kategori: Uncategorized
Tiada Berbeda
Tentang waktu.
Kemarin, hari ini, dan esok, tak ada bedanya.
Semuanya tetap berdurasi 24 jam.
Yg berbeda adalah cara kita menyikapinya.
Dan beruntunglah bagi anda yg mampu menjadi lebih baik, lebih berkualitas, lebih
bermakna, dibanding hari kemarin.
Bagaimana dg hari esok?
Mari kita siapkan diri kita dg sepenuh hati agar besok menjadi hari yg lebih
baik dibanding hari ini.
Tidak dg tiup terompet sepanjang malam. Tidak juga dengan pencet tombol klakson
di sepanjang jalan.
selamat tahun baru kawan.
Sepengggal Langkah Pendirian PSP-KUMKM UNS
Menteri Koperasi & UKM telah meresmikan pendirian Pusat Studi dan Pendampingan KUMKM Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta pada tanggal 28 juni 2011. Pendirian PSP KUMKM tersebut menandai satu langkah maju dalam memperkuat kualitas SDM yg melakukan pendampingan terhadap KUMKM, seperti BDS dll.
Di bagian akhir sambutannya, pak Rektor UNS menyebut dengan jelas bahwa PSP KUMKM adalah perwujudan ide lama yang digagas kawan2 BDS tentang BDS Resources Center. ide tersebut muncul kembali saat ASDEP LPB Menegkop dijabat oleh pak Ahmad Zabadi.
Tampaknya waktu berpihak kepada kita. kawan2 PEACBromo menyiakan proposal awal sebagai bahan diskusi antara rektor UNS, Menegkop, dan ABDSI. Alhamdulillah, tidak ada kendala yang berarti. semua pihak mendukung dengan sepenuh hati, dan mau berkeringat untuk itu.
Berikut ini dokumen yang menginisiasi pendirian PSP-KUMKM UNS.
Usulan Program:
Fasilitasi Pembentukan
PUSAT STUDI DAN PENDAMPINGAN KUMKM
(BDS Resource Center)
di UNS Surakarta
| 1. Nama dan Otorisasi Program | ||||
| Nama Program | Fasilitasi Pembentukan PUSAT STUDI DAN PENDAMPINGAN KUMKM (BDSResources Center)di UNS Surakarta |
|||
| Sponsor Program | Kementerian Koperasi dan UKM |
|||
| Pendukung | Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, ABDSI |
|||
| Implementor | PEACBromo & Tim UNS | |||
| Lokasi | Solo | |||
|
2. Saat ini ada lebih dari 1000 Namun hingga kini kinerja BDS Upaya perkuatan kinerja BDS-P
|
||||
|
3. Merancangbangun, mengembangkan,
|
||||
| 4. Tujuan Umum :Membangun kapasitas BDS yang dapat menaikkan daya saing UMKM melalui knowledge management yang dapat diakses semua stakeholder, pelatihan sumberdaya, sertifikasi/klasifikasi konsutan, dan kerjasama dengan lembaga donor, Pemerintah dan Perguruan Tinggi
|
||||
| 5, Tujuan Khusus : | ||||
|
Output |
Indikator |
Cara |
||
|
1. Kerjasama program dengan dukungan dana 2. Himpunan 3. Kriteria dan kualifikasi BDS-P 4. Meningkatnya ketrampilan 5. Terbentuknya Kepustakaan best practice pendampingan
|
1. 2. 3. 4. 5. |
1. kapan kontrak diteken, jumlah dana yang 2. Mengakses data 3. Konsultan 4. 15 BDS-P mampu menyediakan jasa konsultasi dan 5. tersedia kepustakaan yang berisi minimal 5 best |
||
|
Matriks |
Peran
|
|||
|
Uraian |
Team |
PEACBromo, |
||
|
1. Menyusun rencana 2. Meluncurkan dan 3. Melaksanakan aktifitas 3.1. 3.2. 3.3. 4. Mengendalikan aktifitas 4.1. 4.2.Menyelenggarakan 4.3. 5 Mendokumentasikan program 6.Mempromosikan hasil program |
1. I, R 2. I, P
3.1. E 3.2. E 3.3. E
4.1. R 4.2. E, R
4.3. E, R
5. I, E
6. I, E |
1. A 2.
3.
4.
5.
6. |
||
| Legend : - I : inisiasi - R : accountable – A : persetujuan – C : hanya informasi E : eksekusi - P : mengusulkan – V : mereview |
||||
Proposal FGD BDS Juni 2011
PENDAHULUAN
Diberbagai kesempatan, Bapak Menteri Koperasi & UKM menyampaikan perlunya
pendampingan bagi UMKM. Tentu pernyataan tersebut berdasar bukti nyata di
lapangan, bahwa secara faktual tidak semua UMKM mampu menolong dirinya sendiri.
Lebih banyak lagi dari UMKM tersebut yang butuh bantuan, agar mampu mengatasi
problem usahanya, memiliki daya saing yang tinggi, dan bisa meraih peluang
bisnis yang terbentang dihadapannya.
Pernyataan tersebut diulang lagi oleh Bapak Menteri di hadapan Pengurus Asosiasi BDS Indonesia, saat mereka menghadap pak Menteri untuk Audiensi beberapa waktu lalu. Bapak
Menteri menaruh harapan besar agar ABDSI mampu menjadi mitra pemerintah dalam
mempersiapkan pendamping professional yang handal dan berkinerja tinggi. Peran
tersebut bisa diwujudkan apabila ABDSI melakukan capacity building terhadap
anggotanya, menerapkan standar kompetensi yang jelas, mengembangkan networking
yang prima, dan membangun sinergi dengan pendekatan pemberdayaan terhadap UMKM.
Untuk menjalankan peran tersebut, ABDSI belum memiliki instrument yang memadai.
Untuk itu, gagasan membangun BDS Resource-Center bekerjasama dengan lembaga
yang sudah eksis, perlu jadi opsi yang dipertimbangkan dengan sangat serius.
Peranan BDS-P (Bussiness Development Services Provider – Lembaga Layanan Pengembangan
Usaha/LLPU) sangat jelas didefinisikan di penjelasan pasal 15 Undang-undang
nomor 20 tahun 2008 ttg UMKM, yakni sebagai lembaga yang menyediakan Jasa
Konsultasi dan Pendampingan bagi UMKM. Namun demikian undang-undang tersebut belum
memiliki peraturan pelaksanaan yang terkait dengan peran BDS-P/LLPU, sehingga
komunitas BDS-P yang terwadahi dalam Asosiasi BDS Indonesia perlu berinisiatif
menyampaikan usulan hal-hal yang perlu dibuatkan aturan, agar peran BDS-P dalam
penyediaan jasa konsultasi dan pendampingan bisa berlaksana dengan
sebaik-baiknya.
Komunitas BDS ditantang oleh bapak Menteri Koperasi & UKM untuk mampu menjadi partner
aktif memajukan UMKM di tanah air. Guna menjawab tantangan tersebut, perlu
kiranya diselenggarakan kegiatan yang mempertemukan semua Shareholders utama
BDS, agar diperoleh pemikiran jernih dan solutif untuk peningkatan peran BDS
dalam menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan bagi UMKM.
JENIS KEGIATAN
Seminar, Focus Group, Discussion
TUJUAN KEGIATAN
- Menginformasikan kebijakan Menegkop terkait pemeranan BDS
dalam memenuhi ekspektasi undang-undang dan harapan Menteri Koperasi & UKM - Mengkonsolidasikan BDS melalui wadah ABDSI agar mampu
memerankan fungsi organisasi dengan sebaik-baiknya - Menyusun rumusan usulan strategis BDS meliputi:
- Usulan peraturan pemerintah untuk peningkatan peran BDS
dalam kegiatan fasilitasi dan pendampingan UMKM - Usulan standar kompetensi BDS
- Usulan pembentukan BDS Resource-Center
- Usulan rencana aksi BDS
KELUARAN (OUTPUT)
- Kebijakan Menegkop terkait pemeranan BDS dalam memenuhi
ekspektasi undang-undang dan harapan Menteri Koperasi & UKM terinformasikan
dengan baik - BDS melalui wadah ABDSI terkonsolidasi agar mampu memerankan
fungsi organisasi dengan sebaik-baiknya - Tersusunnya rumusan usulan strategis BDS meliputi:
- Usulan peraturan pemerintah untuk peningkatan peran BDS
dalam kegiatan fasilitasi dan pendampingan UMKM - Usulan standar kompetensi BDS
- Usulan pembentukan BDS Resource-Center
- Rencana Aksi BDS
HASIL (OUTCOME)
- Meningkatnya kerjasama antara Menegkop
dengan BDS dalam penyediaan layanan konsultasi dan pendampingan bagi UMKM - Meningkatnya kemampuan dan kualitas BDS
dalam menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan bagi UMKM - Adanya peraturan pemerintah yang bisa
menjadi landasan operasional bagi pemeranan BDS dalam melayani UMKM - Adanya standar kompetensi yang menjadi rujukan bagi peningkatan
kualitas layanan BDS terhadap UMKM - Terbentuknya BDS Resource-Center yang
menjadi “kawah candradimuka” SDM pendamping yang berkualitas dan berdedikasi.
MANFAAT (BENEFIT)
Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya peran
UMKM dalam penyerapan tenaga kerja, penciptaan usaha baru, dan ketahanan
ekonomi nasional melalui peran pendampingan oleh BDS.
TARGET PESERTA
Seminar dan FGD ini direncanakan akan diikuti oleh 80 BDS, yang berasal
dari berbagai daerah dengan berbagai kompetensi.
AGENDA KEGIATAN
|
Waktu |
Agenda |
Narasumber / Fasilitator |
Keterangan |
| Hari I |
|||
| 09.00 – 17.00 | Registrasi Peserta | Panitia | |
| 19.00 – 21.00 | - Pembukaan
- Sosialisasi Kebijakan Menegkop |
Bpk Asdep LPB | |
| Hari II |
|||
| 08.00 – 10.00 | Penjelasan FGD tentang agenda Kebijakan, Standar Kompetensi, BDS Resource-Center, Rencana Aksi |
PeacBromo, ABDSI, UNS | |
| 10.15 – 12.00 | FGD
|
PeacBromo, ABDSI, UNS | Peserta dibagi menjadi 4 group |
| 13.30 – 15.00 | FGD (lanjutan) | PeacBromo, ABDSI, UNS | |
| 15.30 – 17.00 | Presentasi hasil FGD | Masing2 group | |
| 19.00 – 21.00 | Penyempurnaan dan Perumusan Hasil FGD | Masing2 group | |
| Hari III |
|||
| 08.00 – 10.00 | Agenda Implementasi Rencana Aksi dan Membangun komitmen bersama |
PeacBromo | |
| 10.00 – 11.00 | Penutupan | Menegkop |
FASILITATOR
- Asdep urusan pemberdayaan lembaga pengembangan bisnis
- Tim UNS Surakarta
- Tim PeacBromo
- Tim ABDSI
Indeks Optimisme UKM Indonesia Meningkat
Berdasarkan survey HSBC Global Small Business Confidence Monitor, indeks optimisme pelaku UKM Indonesia naik dari 108 pada 6 bulan lalu menjadi 116.
“Hampir separuh dari mereka atau 47 persen berencana meningkatkan belanja modal mereka mereka. Selain itu, 37 persen pelaku UKM optimis bahwa perekonomian Indonesia akan meningkat dan karenanya, 20 persen dari mereka berencana untuk menambah karyawan. Dengan meningkatnya optimisme mereka terhadap tiga hal tersebut, indeks optimisme pelaku UKM Indonesia naik dari 108 pada enam bulan lalu menjadi 116. Tren penguatan indeks optimisme ini secara konsisten terjadi dari kuartal keempat 2008,” ungkap Head of Business Banking HSBC Indonesia Jeffrey C Tjoeng.
Menurut Jeffrey, hasil yang diperoleh dari survey tersebut sejalan dengan pemulihan ekonomi di tingkat regional dan global, optimisme pelaku usaha kecil Indonesia terus meningkat secara konsisten, melanjutkan pergerakan positif dari survey sebelumnya.
“Jika kita melihat, pandangan mereka memang tidak seagresif pelaku UKM negara lain. Namun demikian, kita harus melihat juga bahwa di sisi lain pandangan pelaku UKM Indonesia memang tidak pernah memiliki pandangan terlalu negatif bahkan ketika krisis melanda.” ungkap Head of Business Banking HSBC Indonesia Jeffrey C Tjoeng.
Sementara itu, terkait dengan perdagangan bebas dengan Asean dan China (ASEAN China Free Trade Agreement, ACFTA), lebih dari setengah pelaku UKM masih belum merasakan dampak dari ACFTA tersebut, hanya 15 persen dari UKM yang melihat ACFTA yang mengharuskan mreka mengubah strategi bisnisnya.
Selain dari peningkatan indeks optimisme pelaku UKM Indonesia, survei HSBC kali ini juga memotret pendangan dan perilaku mereka terhadap perjanjian perdagangan bebas dengan ASEAN dan China (ASEAN China Free Trade Agreement, ACFTA). Lebih dari setengah pelaku UKM masih belum merasakan dampak dari ACFTA. “Hanya 15 persen dari mereka melihat bahwa ACFTA mengharuskan mereka segera mengubah strategi bisnisnya, sedangkan 29 persen sisanya masih akan melakukan penyesuaian dalam dua sampai tiga tahun mendatang,” tandasnya.
Jangan Takut
Jangan takut mati.
Tapi takutlah tidak punya “kehidupan”.
(sepenggal kalimat di “Green Hornet”)
Icmi berbenah, melalui estafet ke generasi muda.
20 thn umur icmi. Dan jatim berbenah, dg usung pemimpin muda.
Saatnya yang muda berkiprah mensejahterakan umat.
Cak mail, mas nafik, dan seabreg anak muda lainnya, siap pegang bendera estafet kepemimpinan.
Sparring Partner
Hari ini saya bertemu sekaligus berkenalan dengan seseorang. Tanpa ba bi bu, pembicaraan dimulai dengan kalimat pedas langsung menghunjam.
“saya tahu anda.”
“anda belum layak bekerjasama dengan kami”
saya coba bersabar, menahan diri, sembari terus dengarkan celotehnya yang semakin lama semakin keras. ketika tidak juga reda, maka saya pakai jurus klasik untuk menghindar. “Maaf, saya mau ke Toilet”. saya langsung ngeloyor pergi tinggalkan dia.
Saya coba merenung, ada apa gerangan ini? dan, tak juga temukan jawabnya. kebetulan beberapa saat kemudian saya bertemu guru saya, panutan saya dalam urusan “social networking”. kami langsung ngobrol tentang kabar keselamatan dan berbagai hal ringan lainnya. saya lalu utarakan tentang keanehan yang barusan saya alami.
apa jawaban beliau? “Ah, anda sedang dikunjungi malaikat yang sedang menguji seberapa tangguh dan konsisten anda dalam menjalani pilihan hidup”. “Allah mengirim sparring partner bagi anda, agar anda tidak pongah, congkak, dan lengah terhadap capaian hidup anda sampai hari ini”.
Alhamdulillah, ternyata saya dapatkan jawaban yang luarbiasa. dan itu membuat hati saya plong, tenang kembali. tak ada lagi gusar, gundah, apalagi marah. ternyata bila kita bisa merubah cara pandang, maka yang semula dianggap sebagai musuh/dibenci, berubah menjadi mitra/sparring partner. Terimakasih guru atas pencerahannya.
Soempah Pemoeda
POETOESAN CONGRES PEMOEDA-PEMOEDA INDONESIA
Kerapatan pemoeda-pemoeda Indonesia diadakan oleh perkoempoelan-perkoempoelan pemoeda Indonesia jang berdasarkan kebangsaan dengan namanja jong soematra (pemoeda soematra), pemoeda Indonesia, sekar roekoen, jong islamieten, jong bataksbond, jong Celebes, pemoeda kaoem betawi, perhimpoenen peladjar Indonesia.
Memboeka rapat pada tanggal 27 dan 28 oktober tahoen 1928 di negeri Djakarta. Sesoedahnja mendengar pidato-pidato pembitjaraan jang diadakan di dalam kerapatan tadi. Sesoedahnja menimbang segala isi-isi pidato-pidato dan pembitjaraan ini.
Kerapatan laloe mengambil kepoetoesan:
Pertama: KAMI POETRA-POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA.
Kedoea : KAMI POETRA-POETRI INDONESIA MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA.
Ketiga : KAMI POETRA-POETRI INDONESIA MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA.
Setelah mendengar poetoesan ini kerapatan mengeloearkan kejakinan azas ini wajib dipakai oleh segala perkoempoelan kebangsaan Indonesia. Mengeloearkan kejakinan persatoean Indonesia diperkoeat dengan memperhatikan dasar persetoedjoeannja:
KEMAOEAN, SEDJARAH, BAHASA, HOEKOEM ADAT, PENDIDIKAN DAN KEPANDOEAN
Dan mengeloearkan pengharapan soepaja poetoesan ini disiarkan dengan segala soerat kabar dan dibatjakan dimoeka rapat perkoempoelan-perkoempoelan kita.
Kementerian Koperasi tanpa UKM?
sangat tampak sekali, bahwa kementerian koperasi & UKM kedodoran dalam tangani UKM. mengapa demikian?
Yang disebut UKM, ternyata sudah dipecah2 penanganannya, mulai dari kementerian pertanian, perdagangan, perindustrian, kelautan perikanan, dan belasan lembaga lainnya.
lalu apa fungsi kementerian koperasi & ukm? menjadi koordinator semua kementerian dan lembaga yang urusi ukm.
namun sayang peran ini belum berjalan sebagaimana mestinya. mengapa? siapapun tahu, di negeri ini yang namanya KOORDINASI, enak diomongkan, tapi nggak enak untuk dijalankan.
Generasi Internet
Fenomena situs jejaring sosial merupakan bukti jitu perkiraan Don Tappscot dalam Grown Up Digital (November, 2008). Menurutnya, setelah melakukan wawancara lebih 11.000 orang, era sekarang didominasi generasi Internet.
Yakni generasi yang cenderung cuek kehidupan politik, narsis, tidak suka membaca panjang-panjang, namun berjiwa kreatif, berhati kolaboratif, berwawasan global, serta sadar bahwa kunci sukses terletak pada koneksi tanpa batas.