Monthly Archives: Desember 2009

Yuk, Susun Keuangan Untuk 2010

Sebentar lagi kita sudah memasuki tahun 2010. Apakah Anda sudah sudah menyusun rencana keuangan Anda di tahun 2010? Jika belum, mungkin ada baiknya Anda mencoba untuk menjawab dengan jujur pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  • Apakah setiap bulan Anda memonitor berapa pengeluaran Anda?
  • Apakah Anda membayar kartu kredit¬† secara penuh?
  • Apakah Anda sudah menyisihkan sejumlah dana untuk masa pensiun?

Jika Anda menjawab ‘Tidak’ untuk 3 pertanyaan di atas, sudah waktunya Anda berberes soal keuangan pribadi dan bersiap-siap mengahadapi tahun 2010 dengan resolusi baru.

Citi Indonesia dalam tips finansialnya mengatakan, langkah awal untuk mengelola keuangan dengan lebih baik adalah dengan mengevaluasi posisi keuangan Anda sekarang, yaitu dengan mendata ulang aset (apa saja yang Anda miliki) dan berapa besar utang Anda. Cara baik untuk mengelola keuangan adalah membiasakan untuk membuat anggaran dimana Anda bisa memonitor pemasukan dan pengeluaran.

Berdasarkan Survey Kecerdasan Finansial (Financial Quotient) dari Citi Indonesia, hanya sekitar 29% orang yang mematuhi anggaran bulanan yang mereka buat, sementara 82% baru pada tahap berusaha membuat dan mengikuti anggaran.

Untuk itu, sudah saatnya Anda merapikan pengelolaan keuangan dan setelah Anda mengetahui posisi keuangan saat ini. Anda bisa membuat rencana dan tujuan finansial secara SMART. Apa saja?

S (Spesifik): Tentukan target yang spesifik, jangan sekedar katakan: “Mulai tahun depan saya akan lebih rajin menabung.”

Tentukanlah berapa besar jumlah tabungan yang Anda inginkan, mulai kapan Anda menabung dan dalam berapa lama Anda akan memperoleh nilai yang diinginkan. Dengan demikian, Anda juga bisa menjadi lebih disiplin untuk menyisihkan sejumlah dana yang harus ditabung per bulannya.

M (Mudah diukur): Menentukan tujuan yang terukur dapat membantu Anda memonitor apakah Anda sudah sesuai jalur dalam mencapai tujuan. Jika tujuan Anda adalah mengumpulkan dana untuk pembayaran uang muka sebuah rumah baru tahun depan, maka tentukanlah berapa besar dana dari penghasilan Anda yang harus disisihkan per bulannya. Setiap bulannya Anda bisa mengukur sudah sampai dimana posisi keuangan Anda.

A (Akan tercapai): Buatlah tujuan yang dapat Anda capai dan berpikirlah jangka panjang, namun tetap tentukan tujuan-tujuan kecil yang dapat membantu Anda mencapai hasil yang lebih besar. Misalnya Anda ingin memiliki Rp 15 juta dalam setahun, maka tujuan kecil yang harus Anda capai tiap bulannya adalah dengan menabung minimum Rp. 1.250.000 dalam 12 bulan ke depan.

R (Realistis): Menciptakan tujuan keuangan harus realistis, karena jika tidak, Anda dapat menghadapi kegagalan yang sangat besar. Misalnya, Anda bercita-cita untuk mencapai target 60% tingkat pengembalian investasi dalam setahun.

T (Tujuan Nyata): Tujuan yang nyata berarti pencapaian terhadap sesuatu hal yang benar-benar ada, pasti dan bisa diukur.  Anda akan termotivasi untuk menentukan tujuan yang lebih tinggi jika Anda pernah mencapai tujuan yang pernah Anda putuskan sebelumnya.

Libatkan anggota keluarga dalam menentukan tujuan finansial, karena mereka juga akan menunjang dalam pencapaian tujuan tersebut. Tulislah tujuan-tujuan tersebut dan kaji ulang dari waktu ke waktu, hal ini akan sangat membantu dalam mencapai tujuan finansial Anda.

sumber: detikfinance

Iklan

Ekonomi RI Jangan Kembali di Jaman VOC

Perekonomian Indonesia saat ini seperti ekonomi zaman kependudukan VOC dimana hanya mampu menjual bahan mentah saja, tanpa mampu memberikan nilai tambah atas komoditi yang dijual. Demikian disampaikan Menteri Perindustrian MS Hidayat dalam acara Investor Summit di hotel Ritz Calton, SCBD, Jakarta, Kamis (4/12/2009).

Keinginan untuk memajukan sektor industri di dalam negeri, sebaiknya harus didukung oleh semua pihak. Pelaku industri harus berkembang, dan mengolah komoditinya agar lebih bermanfaat. “Ada yang bilang, kini ekonomi Indonesia seperti jaman VOC. Seluruh bahan mentah diekspor, tanpa diolah. Kita butuh pengembangan industri ke depannya,” kata Hidayat. Ia menambahkan, industri di dalam negeri haruslah mempunyai nilai tambah, melalui sebuah proses. Hingga terjadi pengolahan komoditi di Indonesia.

Hidayat juga siap membuat peraturan baru, akan kewajiban pelaku industri untuk mengolah komoditinya sebelum diekspor. “Akan ada peraturan baru, hingga tidak ada lagi barang primer yang 100% diekspor, seperti jaman VOC,” paparnya. Lanjut Hidayat, dirinya mengkhususkan pada pelaku industri di bidang pertanian, maritim, perkebunan, sebagai industri yang wajib diolah di dalam negeri. Pemerintah juga siap melakukan insentif dan disinsentif untuk mensukseskan program ini.