Monthly Archives: Mei 2010

Lakon Sri Minggat

Tak terbantahkan, 6 bulan terakhir kita telah dibuat haru biru segala hal yang berbau Century. Dan salah satu aktor utama yang jadi bidikan banyak pihak adalah Menteri Keuangan hebat, Sri Mulyani. Kecurigaan beberapa pihak terhadap peran Sri dalam mendukung salah satu partai dengan skenario penggelontoran “uang haram” melalui Bank Century menjadi sebab musababnya.

Lakon Sri bulan mei ini tampaknya telah mencapai klimaks. Hal itu ditandai dengan pengunduran diri Sri Mulyani sebagai menteri keuangan kepada Presiden, dengan alasan akan menduduki salah satu jabatan penting di World Bank. Persetujuan Presiden yang turun sangat cepat, juga menambah “warna” lakon Sri. Beberapa pihak menengarai pihak istana terlibat dalam skenario “penyingkiran Sri” untuk keselamatan bersama. Hal itu tidak pernah ada bukti yang menguatkannya. namun yang namanya rumor, apalagi rumor politik, ya terus saja tetap bergentayangan tanpa pernah bisa dikendalikan.

“Tego Lorone ora Tego Patine”, sebuah kata pas yang menggambarkan suasana batin orang2 yang selama ini menghujat Sri, ketika mereka tahu bahwa Sri akhirnya di”Washington”kan. simpati bermunculan dimana-mana, bahkan hal itu berasal dari mereka yang selama ini vokal menghantam Sri setiap hari. Menjelang keberangkatan Sri Mulyani menempati pos baru di World Bank awal juni ini, berbagai kegiatan perpisahan terus dilakukan. Semakin terlihat, ternyata begitu banyak orang yang mencintai Sri. Kerja kerasnya dalam mereformasi birokrasi (khususnya di departemen keuangan), telah membuat banyak orang memberi apresiasi.

Keputusan telah dibuat. Dan Sri pasti Minggat (dengan berbagai persepsi dan dengan meninggalkan untold story). Sebuah koran Singapura membuat berita yang memerahkan telinga: World Bank 1, Indonesia 0. itu menggambarkan bahwa kita sangat dirugikan oleh kepergian Sri Mulyani. Sebagai figur hebat dan telah teruji, serta memperoleh penghargaan sebagai salah satu menteri keuangan bepengaruh di dunia, melepaskan Sri begitu saja rasanya patut disayangkan.

Sebagai profesional, Sri Mulyani sangat sukses menjalankan tugasnya sebagai menteri. Namun, itu saja ternyata tidak cukup. Yang terlupakan adalah bahwa menteri adalah jabatan politis, dan Sri Mulyani gagal mengelola stakeholder perpolitikan nasional. kekecewaan mereka terhadap sepak terjang Sri Mulyani telah berubah tindakan beringas asal gusur, asal Sri pergi, asal Sri mengundurkan diri, asal Sri Minggat.

Lagu “Leaving on a jet plane” menggambarkan dengan tepat kepergian Sri. “So kiss me and smile for me, tell me that you wait for, hold me like you never let me go… I’m leaving on a jet plane, I don’t know when I’ll be back again, of babe i hate to go…”.  Selamat jalan Bu Ani. selamat belajar sampai tuntas tentang kapitalisme tepat di jantungnya, World Bank. Temukan titik lemah neoliberalisme yang nyata-nyata membuat banyak negara semakin miskin. Dan, semoga balik lagi di tahun 2014 untuk memimpin negeri ini dengan membawa paradigma baru pembangunan bangsa bersendikan kerakyatan untuk kesejahteraan bersama.

Iklan

KUR Masih Belum Dimanfaatkan UMKM dengan Optimal

Pemerintah menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat menjadi 22% untuk kredit di bawah Rp 5 juta dan 14% persen untuk kredit di atas Rp 5 juta. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 22/PMK.05/2010 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 135/PMK.05/2008 tentang Fasilitas Penjaminan Kredit Usaha Rakyat.

Kabar tersebut ternyata ditanggapi dingin oleh para pelaku bisnis, khususnya UMKM. Tidak ada antusiasme mengapresiasi keputusan pemerintah tersebut. Hal ini tentu mengherankan. Ditengah banyaknya UMKM yang butuh dukungan permodalan, kemudahan yang diberikan KUR tersebut ternyata tidak menarik perhatian sama sekali.

Lantas, dimana masalah sebenarnya? bunga KUR kurang rendah, prosedur yang rumit/berbelit, persyaratan yang terlalu banyak, masih adanya persyaratan jaminan yang memberatkan, atau masalah lainnya?

Tidak Ada Kata Terlambat untuk Memulai

Walau relatif sudah lama saya mengenal tehnologi blog, namun relatif selama itu pula saya tidak memanfaatkannya dengan optimal. Sampai pada suatu hari, kawan saya mengingatkan akan arti pentingnya mengelola dengan serius blog yang telah dibuat. Kawan yang telah mencapai ujung langit pengalaman sebagai konsultan (terakhir dia adalah konsultan di World Bank) dengan lugas mengatakan, era sudah berubah. Internet telah menjadi wahana baru dan efektif untuk semua orang dan semua kepentingan.

Tidak ada kata terlambat untuk memulai. ya, itu kata mujarab yang harus saya kunyah. Mulai hari ini, saya akan coba secara teratur menjaga dan merawat blog ini dengan sungguh-sungguh.

Mulai hari ini pula, semoga blog ini bisa menjadi media komunikasi efektif bagi saya dan kawan2 semua yang bekerja dan berjuang bagi kemajuan UMKM. Bersinergi, saling membantu, dan saling memperkuat menjadi kebutuhan nyata agar apa yang kita perjuangkan segera membuahkan hasil.