Lakon Sri Minggat

Tak terbantahkan, 6 bulan terakhir kita telah dibuat haru biru segala hal yang berbau Century. Dan salah satu aktor utama yang jadi bidikan banyak pihak adalah Menteri Keuangan hebat, Sri Mulyani. Kecurigaan beberapa pihak terhadap peran Sri dalam mendukung salah satu partai dengan skenario penggelontoran “uang haram” melalui Bank Century menjadi sebab musababnya.

Lakon Sri bulan mei ini tampaknya telah mencapai klimaks. Hal itu ditandai dengan pengunduran diri Sri Mulyani sebagai menteri keuangan kepada Presiden, dengan alasan akan menduduki salah satu jabatan penting di World Bank. Persetujuan Presiden yang turun sangat cepat, juga menambah “warna” lakon Sri. Beberapa pihak menengarai pihak istana terlibat dalam skenario “penyingkiran Sri” untuk keselamatan bersama. Hal itu tidak pernah ada bukti yang menguatkannya. namun yang namanya rumor, apalagi rumor politik, ya terus saja tetap bergentayangan tanpa pernah bisa dikendalikan.

“Tego Lorone ora Tego Patine”, sebuah kata pas yang menggambarkan suasana batin orang2 yang selama ini menghujat Sri, ketika mereka tahu bahwa Sri akhirnya di”Washington”kan. simpati bermunculan dimana-mana, bahkan hal itu berasal dari mereka yang selama ini vokal menghantam Sri setiap hari. Menjelang keberangkatan Sri Mulyani menempati pos baru di World Bank awal juni ini, berbagai kegiatan perpisahan terus dilakukan. Semakin terlihat, ternyata begitu banyak orang yang mencintai Sri. Kerja kerasnya dalam mereformasi birokrasi (khususnya di departemen keuangan), telah membuat banyak orang memberi apresiasi.

Keputusan telah dibuat. Dan Sri pasti Minggat (dengan berbagai persepsi dan dengan meninggalkan untold story). Sebuah koran Singapura membuat berita yang memerahkan telinga: World Bank 1, Indonesia 0. itu menggambarkan bahwa kita sangat dirugikan oleh kepergian Sri Mulyani. Sebagai figur hebat dan telah teruji, serta memperoleh penghargaan sebagai salah satu menteri keuangan bepengaruh di dunia, melepaskan Sri begitu saja rasanya patut disayangkan.

Sebagai profesional, Sri Mulyani sangat sukses menjalankan tugasnya sebagai menteri. Namun, itu saja ternyata tidak cukup. Yang terlupakan adalah bahwa menteri adalah jabatan politis, dan Sri Mulyani gagal mengelola stakeholder perpolitikan nasional. kekecewaan mereka terhadap sepak terjang Sri Mulyani telah berubah tindakan beringas asal gusur, asal Sri pergi, asal Sri mengundurkan diri, asal Sri Minggat.

Lagu “Leaving on a jet plane” menggambarkan dengan tepat kepergian Sri. “So kiss me and smile for me, tell me that you wait for, hold me like you never let me go… I’m leaving on a jet plane, I don’t know when I’ll be back again, of babe i hate to go…”.  Selamat jalan Bu Ani. selamat belajar sampai tuntas tentang kapitalisme tepat di jantungnya, World Bank. Temukan titik lemah neoliberalisme yang nyata-nyata membuat banyak negara semakin miskin. Dan, semoga balik lagi di tahun 2014 untuk memimpin negeri ini dengan membawa paradigma baru pembangunan bangsa bersendikan kerakyatan untuk kesejahteraan bersama.

About Samsul Hadi

Penggiat UKM

Posted on 16 Mei 2010, in ekonomi and tagged , , . Bookmark the permalink. 23 Komentar.

  1. Wah hebat Cak Samsul, buat nyentil pembicaraan. Silakan dilanjut. Saya pendukung SMI berat dan pernah kerja di lembaga itu lho, jadi maafkan kalo dalam beberapa poin yang ente tulis, meskipun sah, mesti mikir dulu mau setuju dengan ente atau tidak hahaha. Tapi itulah indahnya demokrasi ini, berbeda pendapat boleh, berteman harus tetap. Tapi saya setuju dengan anda, bahwa ujung2nya kok ya permainan politik ya? Nah kalo gini saya nyalahin si bossnya Mbak Sri. Anak buah yang baik itu susah nyarinya, krn itu mesti dijaga biar tidak dibajak oleh yang lain. Itu dulu, nanti dilanjut lagi hehe. Good luck, Cak!

    • Beda pendapat adalah rahmat. tapi dalam satu hal tampaknya kita sepakat, yakni menunggu hadirnya SMI di panggung politik nasional 2014. Kita butuh Dewi Sri… Dewi Kesuburan… yang akan menyuburkan seluruh negeri.

  2. saya belum yakin bahwa Sri Mulyani bukan termasuk neolib.
    tidak cukup bukti keberpihakan dia ke rakyat kecil, termasuk UMKM.
    Semoga penggantinya betul-betul pejabat yang membela wong cilik.

  3. keputusan Sri Mulyani menerima tawaran kerja di World Bank sangat aneh. dia baru jalankan tugas menteri di kabinet ini belum genap 1 tahun.
    bagaimana komitment dia kepada pak SBY dan rakyat?
    jabatan menteri keuangan bukan urusan ecek-ecek.
    itu amanah luarbiasa yang harus dipertanggungjawabkan.
    meninggalkan amanah itu begitu saja, pasti bukan tanpa sebab…
    ayo SMI, ngomong dong… ngomong……

  4. Bu Ani, tak tergantikan.
    Sangat bodoh bila orang sehebat bu Ani disia-siakan.
    Sekali bu Ani, tetap Bu Ani.

  5. mau sri mulyani, mau sri rejeki, mau sri yang lain, masa bodoh.
    yang penting bagaimana hidup jadi mudah, cari uang gampang, dan beraktivitas sehari-hari dengan nyaman.
    hentikan gonjang-ganjing ini.
    saya sebagai rakyat sudah bosan.

  6. waduh, koq runyam sekali negeri ini.
    ayo pak presiden, ambil keputusan yang tegas dong.
    jangan biarkan gonjang ganjing ini membuat nasib rakyat jadi terpuruk.

    • sudah saatnya presiden ambil langkah tegas, tidak ragu2, dan jangan takut imej jelek. selagi itu untuk membela rakyat, lanjutkan saja.

  7. akbar zulkarnaen

    ah… itu cuma permainan politik saja.
    toh pada akhirnya yang menang adalah para politikus itu.
    rakyat cuma jadi penonton doang….

    • kita perlu optimis. ambil peran seoptimal mungkin dari posisi kita masing2.
      negeri ini milik kita bersama. kita harus ikut mewarnainya.

  8. ujian terhadap negeri ini tiada habis-habisnya.
    apa yang salah ya????

  9. apa benar Sri Mulyadi dijadikan tumbal politik?

  10. Budiono Kulonprogo

    negeri kutukan.
    tidak pernah tenang.
    selalu dalam masalah.

  11. kumaha teh Sri?
    lawan, jangan diam saja.

  12. siapa peduli?
    biarin aja, pasti segera semua orang pada lupa.

  13. wuiihhh…
    berita SMI nggak ada habisnya.
    masih banyak orang lain yang lebih hebat dari SMI.
    Ngapain ditangisi?

  14. Duh Gusti, Mugi pagebluk punika enggal tuntas.

  15. Kacong Saronggi

    saya tak oneng dg hiruk pikuk ini.
    apa yang mereka cari…….????

    • Kemarin SMI sedikit buka kartu. dia merasa kehadirannya di kabinet tidak dikehendaki oleh elite politik. dia juga merasa kesulitan dalam mengambil keputusan, karena tekanan kepentingan berbagai pihak.

      • babak baru lakon Sri telah tiba.
        SRI – Serikat Rakyat Independen, menjadi kendaraan politik Sri Mulyani untuk menuju RI-1.

        Tentu masih terlalu dini untuk memprediksi seberapa mampu SRI mengejar mimpi politiknya. Namun paling tidak kita sedang disuguhi politik alternatif, dimana parpol berani sedari awal mengusung nama capres unggulannya.

        apakah SRI layak jual dan laku di hati masyarakat? kita tunggu langkah mereka selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: