Perth, Modern karena Tambang

(Beberapa tahun lalu saya pernah tinggal di Perth. dan kini, ibukota negara bagian Western Australia ini telah berubah menjadi kota modern. Tulisan Anastasia yang dimuat di harian Kompas kiranya telah membuka kembali kenangan lama atas kota Perth yang sangat indah.)

Perth, Modern karena Tambang

Perth, Modern karena Tambang

Perth tadinya merupakan ibu kota dari negara bagian yang paling terisolasi di Australia. Kini, berkat industri pertambangan yang maju pesat, Perth dapat menjadi kota modern. Angkasa Perth dipenuhi oleh menara-menara pencakar langit dari baja dan kaca. 

Perth telah menemukan dirinya kembali sebagai kota yang makmur karena booming pertambangan di wilayah tersebut. Perth sempat menjadi kota tidak berkembang selama beberapa generasi. Tetapi, belakangan ini stigma tersebut berubah seiring dengan banyaknya gedung tinggi di seantero kota serta jalan-jalan lebar yang memiliki atmosfer metropolis lengkap dengan toko barang mewah, bar, dan restoran. Itulah hasil dari penjualan bijih besi ke Asia, salah satu kawasan pasar terbesar hasil tambang Perth.

”Perth belum pernah mengalami pembangunan sedemikian pesat dalam 20 tahun belakangan ini,” ujar Dewan Properti Australia Barat Damian Stone. ”Perkembangan di Perth sangat dramatis, mencerminkan bagaimana kota yang dinamis ini bertumbuh. Kami sekarang merupakan salah satu kota kelas dunia. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, timbul kepercayaan bahwa kami juga harus berperan dalam pembentukan negara kami,” ujarnya lagi.

Pertambangan merupakan penggerak penting pembangunan di Australia. Wali Kota Perth Lisa Scaffidi yakin bahwa transformasi kota itu tidak terlepas dari sejumlah perusahaan yang secara besar-besaran memperluas dan memperbesar kehadiran mereka di kota tersebut. Dampaknya, pembangunan yang harus dicapai selama 20 tahun ternyata dapat diraih hanya dalam 4 tahun.

”Perth saat ini merupakan kota global yang penting,” kata Wali Kota. Perth juga telah menjadi kota pertambangan. Pada puncak kebangkitan pertambangan di tahun 2007, gaji di Perth naik pesat dengan rata-rata mencapai 69.000 dollar AS. Kenaikan tersebut 70 persen disumbangkan dari kegiatan yang terkait dengan pertambangan.

Saat ini, 20 persen ruang perkantoran di Perth disewa oleh empat perusahaan besar, yaitu raksasa pertambangan BHP Billiton dan Rio Tinto serta produsen minyak dan gas Chevron dan Woodside Petrolium. Semuanya merupakan pemain penting dalam industri sumber daya alam di Australia.

Gedung perkantoran yang menjadi pusat perhatian adalah kantor pusat operasi Australia BHP yang berlantai 46. Gedung itu saat ini masih dalam tahap pembangunan di tengah kawasan bisnis Perth yang sibuk.

Perusahaan pertambangan bijih besi terbesar di dunia itu akan menempati kantor seluas 60.000 meter persegi. Gedung itu juga akan menjadi gedung tertinggi di Perth dengan ketinggian 249 meter. Diharapkan gedung ini akan dapat diselesaikan pada tahun 2012.

Ketika kompleks perkantoran BHP City Square masih dalam tahap pembangunan, ada keyakinan bahwa pembangunan tersebut akan memberikan inspirasi beberapa proyek properti komersial dan ritel seperti toko-toko. Sebelumnya, toko barang mewah tidak dapat ditemukan di jalan-jalan kota Perth. Perkembangan lain adalah semakin menjamurnya bar-bar dan tempat-tempat makan jalan-jalan Perth dalam dua tahun terakhir ini.

Imigran

Juru masak Wayne Willsher membuka restoran Olivernya di kawasan hiburan Northbrigde pada tahun 2008. Willsher adalah imigran dari Essex, Inggris, yang mencoba peruntungan di Perth. ”Saya sebenarnya datang ke sini tidak untuk kaitan bisnis. Tetapi, saya mendapatkan ada jurang di pasar antara restoran yang berada di atas standar Perth. Ini yang belum ada. Mungkin karena peluang inilah saya dapat meraup sukses di sini,” ujarnya.

Meledaknya industri pertambangan di Perth juga memengaruhi berbagai jenis bisnis lain di Perth. Asosiasi Pedagang Ritel Wayne Spencer mengatakan, ”Australia Barat sangat menyadari bahwa industri pertambangan telah mendorong perkembangan negara bagian ini,” katanya. ”Tidak peduli apa jenis pekerjaan Anda, akan terpengaruh oleh industri pertambangan,” katanya lagi.

Populasi Australia Barat naik sebanyak 400.000 orang pada satu dekade terakhir sehingga penduduknya menjadi 2,27 juta orang, tetapi kawasan tersebut juga terus menarik perhatian dari para imigran. Diharapkan, para imigran ini dapat memenuhi pasar tenaga kerja di Australia Barat.

Ekonom dari Kamar Dagang dan Industri John Nicolau mengatakan, upaya untuk membatasi datangnya imigran akan menjadi masalah di negara bagian tersebut di kemudian hari. ”Pada dekade terakhir, porsi ekspor dari Australia Barat naik menjadi 45 persen. Australia Barat adalah pusat pembangunan ekonomi Australia dan inilah saatnya para pengambil keputusan di Canberra untuk memahami hal tersebut,” ujarnya.

About Samsul Hadi

Penggiat UKM

Posted on 14 Agustus 2010, in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: