Lebaran, Tidak Untuk Semua Orang

Di pojok perempatan jalan Diponegoro kota Bojonegoro, seorang ibu berumur lebih dari 55 tahun tengah berjualan ketan serabi. disela-sela melayani pembeli, dan sesekali menyeka muka karena pedih asap kayu bakar, keluarlah dari mulut si ibu ini serentetan kalimat yang menyentak:

“hidup semakin susah. hasil penjualan kemarin, tidak cukup untuk kulakan hari ini. harga2 terus membumbung, tak terkendali. apa daya saya? cuma jualan ini yang saya bisa. tapi kalau tidak menghasilkan apa2,  bagaimana saya bisa bertahan?”

Jerit tangis si kecil, hanya beberapa hari menjelang lebaran Idul Fitri. operasi pasar yang dilakukan pemerintah, ternyata tidak menjangkau penjual ketan serabi ini. Duh, ternyata tidak semua orang bisa rayakan lebaran kali ini.

About Samsul Hadi

Penggiat UKM

Posted on 8 September 2010, in ekonomi, kewirausahaan, UMKM and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. sangat terharu😦

    terimakasih jika anda berkunjung balik dan berkomentar pada postingan kami🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: