Daya Saing Usaha Penggemukan Sapi Tinggi

Usaha penggemukan sapi di Indonesia memiliki daya saing tinggi dibandingkan dengan Australia. Selain lebih murah, berat badan sapi bakalan yang digemukkan di Indonesia juga tumbuh lebih cepat. Biaya produksi penggemukan sapi di Indonesia lebih murah dan lebih cepat dibandingkan Australia. Biaya produksi penggemukan sapi dari berat awal maksimal 350 kilogram per ekor menjadi 500 kg atau mencapai berat sapi siap potong hanya Rp 15.000-Rp 17.000 per ekor per hari. Bandingkan dengan di Australia yang mencapai Rp 23.000 per ekor per hari.

Untuk mencapai beras sapi ideal siap potong 450-500 kg butuh waktu 120 hari. Dengan begitu, untuk mendapatkan tambahan berat sapi sekitar 150 kg dalam waktu 120 hari butuh biaya produksi Rp 1,9 juta per ekor.

Kondisi sebaliknya terjadi pada usaha pembibitan sapi dan penyediaan bibit sapi bakalan. Dalam usaha pembibitan dan pembesaran hingga sapi bakalan, Indonesia kalah kompetitif dibandingkan dengan Australia.

Untuk menghasilkan sapi bakalan dengan berat maksimal 350 kg per ekor di Indonesia, dibutuhkan tambahan biaya produksi Rp 6,5 juta dibandingkan Australia. Di Australia, sapi begitu lahir dilepas. Di sini tidak bisa. Sapi harus dikandangkan dengan pola intensif.

Tambahan biaya Rp 6,5 juta per ekor baru menghitung biaya pakan. Belum tenaga kerja. Saking mahalnya biaya pembibitan sapi di Indonesia,  untuk menghasilkan pedet—anak sapi—dengan harga jual Rp 3,5 juta per ekor, butuh modal produksi hingga Rp 7 juta.

Meski usaha peternakan sapi di luar penggemukan kalah intensif, masih ada peluang bagi Indonesia untuk menandingi Australia, yaitu dengan memanfaatkan lahan perkebunan sawit atau karet untuk area penggembalaan sapi.

Usaha penggemukan sapi di Indonesia potensial. Tahun 2010 kebutuhan daging sapi nasional mencapai 496.780 ton, setara Rp 29,8 triliun, dengan asumsi harga per kg daging Rp 60.000. Potensi peningkatan konsumsi daging sapi besar karena pada 2011 diproyeksikan konsumsi per kapita daging sapi Indonesia baru 2,10 kg per tahun.

 

About Samsul Hadi

Penggiat UKM

Posted on 17 Januari 2011, in kewirausahaan, Pengentasan Kemiskinan, Peternakan and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: