Indeks Optimisme UKM Indonesia Meningkat

Optimisme kembali membaiknya perekonomian indonesia sejalan dengan optimisme pelaku usaha kecil indonesia yang terus meningkat secara konsisten.

Berdasarkan survey HSBC Global Small Business Confidence Monitor, indeks optimisme pelaku UKM Indonesia naik dari 108 pada 6 bulan lalu menjadi 116.

“Hampir separuh dari mereka atau 47 persen berencana meningkatkan belanja modal mereka mereka. Selain itu, 37 persen pelaku UKM optimis bahwa perekonomian Indonesia akan meningkat dan karenanya, 20 persen dari mereka berencana untuk menambah karyawan. Dengan meningkatnya optimisme mereka terhadap tiga hal tersebut, indeks optimisme pelaku UKM Indonesia naik dari 108 pada enam bulan lalu menjadi 116. Tren penguatan indeks optimisme ini secara konsisten terjadi dari kuartal keempat 2008,” ungkap Head of Business Banking HSBC Indonesia Jeffrey C Tjoeng.

Menurut Jeffrey, hasil yang diperoleh dari survey tersebut sejalan dengan pemulihan ekonomi di tingkat regional dan global, optimisme pelaku usaha kecil Indonesia terus meningkat secara konsisten, melanjutkan pergerakan positif dari survey sebelumnya.

“Jika kita melihat, pandangan mereka memang tidak seagresif pelaku UKM negara lain. Namun demikian, kita harus melihat juga bahwa di sisi lain pandangan pelaku UKM Indonesia memang tidak pernah memiliki pandangan terlalu negatif bahkan ketika krisis melanda.” ungkap Head of Business Banking HSBC Indonesia Jeffrey C Tjoeng.

Sementara itu, terkait dengan perdagangan bebas dengan Asean dan China (ASEAN China Free Trade Agreement, ACFTA), lebih dari setengah pelaku UKM masih belum merasakan dampak dari ACFTA tersebut, hanya 15 persen dari UKM yang melihat ACFTA yang mengharuskan mreka mengubah strategi bisnisnya.

Selain dari peningkatan indeks optimisme pelaku UKM Indonesia, survei HSBC kali ini juga memotret pendangan dan perilaku mereka terhadap perjanjian perdagangan bebas dengan ASEAN dan China (ASEAN China Free Trade Agreement, ACFTA). Lebih dari setengah pelaku UKM masih belum merasakan dampak dari ACFTA. “Hanya 15 persen dari mereka melihat bahwa ACFTA mengharuskan mereka segera mengubah strategi bisnisnya, sedangkan 29 persen sisanya masih akan melakukan penyesuaian dalam dua sampai tiga tahun mendatang,” tandasnya.

About Samsul Hadi

Penggiat UKM

Posted on 24 Mei 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: