Proposal FGD BDS Juni 2011

PENDAHULUAN

Diberbagai kesempatan, Bapak Menteri Koperasi & UKM menyampaikan perlunya
pendampingan bagi UMKM. Tentu pernyataan tersebut berdasar bukti nyata di
lapangan, bahwa secara faktual tidak semua UMKM mampu menolong dirinya sendiri.
Lebih banyak lagi dari UMKM tersebut yang butuh bantuan, agar mampu mengatasi
problem usahanya, memiliki daya saing yang tinggi, dan bisa meraih peluang
bisnis yang terbentang dihadapannya.

Pernyataan tersebut diulang lagi oleh Bapak Menteri di hadapan Pengurus Asosiasi BDS Indonesia, saat mereka menghadap pak Menteri untuk Audiensi beberapa waktu lalu. Bapak
Menteri menaruh harapan besar agar ABDSI mampu menjadi mitra pemerintah dalam
mempersiapkan pendamping professional yang handal dan berkinerja tinggi. Peran
tersebut bisa diwujudkan apabila ABDSI melakukan capacity building terhadap
anggotanya, menerapkan standar kompetensi yang jelas, mengembangkan networking
yang prima, dan membangun sinergi dengan pendekatan pemberdayaan terhadap UMKM.
Untuk menjalankan peran tersebut, ABDSI belum memiliki instrument yang memadai.
Untuk itu, gagasan membangun BDS Resource-Center bekerjasama dengan lembaga
yang sudah eksis, perlu jadi opsi yang dipertimbangkan dengan sangat serius.

Peranan BDS-P (Bussiness Development Services Provider – Lembaga Layanan Pengembangan
Usaha/LLPU) sangat jelas didefinisikan di penjelasan pasal 15 Undang-undang
nomor 20 tahun 2008 ttg UMKM, yakni sebagai lembaga yang menyediakan Jasa
Konsultasi dan Pendampingan bagi UMKM. Namun demikian undang-undang tersebut belum
memiliki peraturan pelaksanaan yang terkait dengan peran BDS-P/LLPU, sehingga
komunitas BDS-P yang terwadahi dalam Asosiasi BDS Indonesia perlu berinisiatif
menyampaikan usulan hal-hal yang perlu dibuatkan aturan, agar peran BDS-P dalam
penyediaan jasa konsultasi dan pendampingan bisa berlaksana dengan
sebaik-baiknya.

Komunitas BDS ditantang oleh bapak Menteri Koperasi & UKM untuk mampu menjadi partner
aktif memajukan UMKM di tanah air. Guna menjawab tantangan tersebut, perlu
kiranya diselenggarakan kegiatan yang mempertemukan semua Shareholders utama
BDS, agar diperoleh pemikiran jernih dan solutif untuk peningkatan peran BDS
dalam menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan bagi UMKM.

JENIS KEGIATAN

Seminar, Focus Group, Discussion

TUJUAN KEGIATAN

  • Menginformasikan kebijakan Menegkop terkait pemeranan BDS
    dalam memenuhi ekspektasi undang-undang dan harapan Menteri Koperasi & UKM
  • Mengkonsolidasikan BDS melalui wadah ABDSI agar mampu
    memerankan fungsi organisasi dengan sebaik-baiknya
  • Menyusun rumusan usulan strategis BDS meliputi:
  • Usulan peraturan pemerintah untuk peningkatan peran BDS
    dalam kegiatan fasilitasi dan pendampingan UMKM
  • Usulan standar kompetensi BDS
  • Usulan pembentukan BDS Resource-Center
  • Usulan rencana aksi BDS

KELUARAN (OUTPUT)

  • Kebijakan Menegkop terkait pemeranan BDS dalam memenuhi
    ekspektasi undang-undang dan harapan Menteri Koperasi & UKM terinformasikan
    dengan baik
  • BDS melalui wadah ABDSI terkonsolidasi agar mampu memerankan
    fungsi organisasi dengan sebaik-baiknya
  • Tersusunnya rumusan usulan strategis BDS meliputi:
  • Usulan peraturan pemerintah untuk peningkatan peran BDS
    dalam kegiatan fasilitasi dan pendampingan UMKM
  • Usulan standar kompetensi BDS
  • Usulan pembentukan BDS Resource-Center
  • Rencana Aksi BDS

HASIL (OUTCOME)

  • Meningkatnya kerjasama antara Menegkop
    dengan BDS dalam penyediaan layanan konsultasi dan pendampingan bagi UMKM
  • Meningkatnya kemampuan dan kualitas BDS
    dalam menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan bagi UMKM
  • Adanya peraturan pemerintah yang bisa
    menjadi landasan operasional bagi pemeranan BDS dalam melayani UMKM
  • Adanya standar kompetensi  yang menjadi rujukan bagi peningkatan
    kualitas layanan BDS terhadap UMKM
  • Terbentuknya BDS Resource-Center yang
    menjadi “kawah candradimuka” SDM pendamping yang berkualitas dan berdedikasi.

MANFAAT (BENEFIT)

Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya peran
UMKM dalam penyerapan tenaga kerja, penciptaan usaha baru, dan ketahanan
ekonomi nasional melalui peran pendampingan oleh BDS.

TARGET PESERTA

Seminar dan FGD ini direncanakan akan diikuti oleh 80 BDS, yang berasal
dari berbagai daerah dengan berbagai kompetensi.

AGENDA KEGIATAN

Waktu

Agenda

Narasumber / Fasilitator

Keterangan

Hari
I
     
09.00 – 17.00 Registrasi Peserta   Panitia
19.00 – 21.00 – Pembukaan

– Sosialisasi Kebijakan Menegkop

Bpk Asdep LPB  
       
Hari
II
     
08.00 – 10.00 Penjelasan FGD tentang agenda
Kebijakan, Standar Kompetensi, BDS Resource-Center, Rencana Aksi
PeacBromo, ABDSI, UNS  
10.15 – 12.00 FGD

  • Usulan kebijakan
  • Usulan standar kompetensi
  • Usulan BDS Resource-Center
  • Usulan rencana Aksi
PeacBromo, ABDSI, UNS Peserta dibagi menjadi 4 group
13.30 – 15.00 FGD (lanjutan) PeacBromo, ABDSI, UNS  
15.30 – 17.00 Presentasi hasil FGD Masing2 group  
19.00 – 21.00 Penyempurnaan dan Perumusan Hasil FGD Masing2 group  
       
Hari
III
     
08.00 – 10.00 Agenda Implementasi Rencana Aksi dan
Membangun komitmen bersama
PeacBromo  
10.00 – 11.00 Penutupan Menegkop  

 

FASILITATOR

  • Asdep urusan pemberdayaan lembaga pengembangan bisnis
  • Tim UNS Surakarta
  • Tim PeacBromo
  • Tim ABDSI

About Samsul Hadi

Penggiat UKM

Posted on 7 Juni 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: