11 Kategori Bagi Para Pejuang UMKM

Saat acara peresmian PSP-KUMKM UNS Surakarta juni 2011 lalu, Pak Rektor UNS dihadapan pak Menteri Koperasi & UKM dengan gamblang menyebutkan keinginannya yang akan menjadikan kampus UNS sebagai KAMPUS UKM. Bila hal ini bisa terwujud, maka UNS akan menjadi kampus pertama dan satu2nya di Indonesia yang concern dalam mendukung pemberdayaan UKM.

Tampaknya pak Rektor tidak main-main. hanya dalam hitungan bulan,  UNS langsung gelar event nasional dg tajuk 1st UNS MSME Summit and Award 2012.  kegiatan yang akan berlangsung tanggal 17-19 feb 2012 di kampus Kentingan Solo, dimeriahkan dengan berbagai agenda kegiatan yang menarik. Ada 5 sesi dialog yang dihelat,  dengan menampilkan narasumber dari berbagai bidang, baik  pemerintah, swasta, maupun para UKM dan pendamping/BDS itu sendiri.

Terkait dengan Award, UNS berkeinginan memberi apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini telah dengan tekun bekerja bagi kemajuan UKM. Ada 11 kategori yang dibuat, dengan mengacu kepada berbagai aspek kinerja.  ke-11 kategori tersebut adalah:

  1. Pemerintah Propinsi pengembangan UMKM terbaik
  2. Pemerintah Kabupaten/Kota pengembangan UMKM terbaik
  3. Pelaksana Klinik Bisnis Tingkat Provinsi terbaik
  4. Pelaksana Klinik Bisnis Tingkat Kabupaten/Kota terbaik
  5. Pengelola BDS terbaik
  6. Perguruan tinggi pengembangan UMKM terbaik
  7. LSM pengembang UMKM terbaik
  8. BUMN pelaksana PKBL/CSR terbaik
  9.  CSR Swasta terbaik
  10. Swasta Jasa Keuangan peduli pengembangan UMKM terbaik
  11. Perorangan peduli pengembangan UMKM

Kita termasuk bangsa yang tidak terampil mengucap terimakasih. tidak terbiasa beri apresiasi atas keberhasilan kawan/rekan lain. UNS telah mengawalinya melalui acara Summit and Award ini. Mari kita dukung agar kebiasaan baik ini berlangsung dengan sukses. Dan bisa berlanjut di tahun2 mendatang.

 

Award Bagi BDS Berprestasi

Jika tak ada aral melintang, Insya Allah beberapa kawan kita akan menerima penghargaan di acara 1st UNS MSME Summit and Award 2012 tgl 18 feb nanti di Solo.

Apa yang membuat UNS mau beri penghargaan kepada rekan2 BDS yang notabene masih banyak diragukan kinerjanya oleh berbagai pihak?
Tak bisa dipungkiri, masih ada kelemahan dan kekurangan terhadap kinerja kawan2 BDS dalam mendampingi UKM. Namun, juga tak bisa dipungkiri, sebagian kawan yang lain telah mampu membuat prestasi yang patut diberi apresiasi yang setimpal.

Bila setiap hari yang kita terima adalah cacian, hujatan. maka yang ada di otak kita adalah masalah, kesulitan. Bila yang kita dapati adalah sebuah empati, kebersamaan, maka yang muncul di otak kita adalah harapan, kesempatan.

Itulah yang ada di pikiran pak Rektor UNS, yang juga seorang pendamping UKM kawakan. Beliau paham betul betapa berharganya sebuah perhatian bagi para BDS/pendamping yang telah bekerja dengan sungguh2 di lapangan memajukan UKM. Sehingga mulai tahun ini UNS akan beri Award bagi kawan2 BDS yang berprestasi.

Mari kita sambut dengan suka cita inisiatif dari UNS ini, yang mendapat dukungan penuh dari Kementerian Koperasi & UKM. Pak Menteri Insya Allah akan hadir langsung membuka acara tersebut. Kawan2 BDS seluruh Indonesia melalui DPN ABDSI telah diundang oleh panitia untuk menghadiri rangkaian acara tersebut. Tentu ini sebuah kehormatan bagi kita semua.

Bagi yang bisa hadir, silahkan registrasi dulu melalui email panitia: psp_kumkm@yahoo.com. bagi yang tidak bisa hadir, mohon didoakan agar panitia mampu menyelenggarakan acara tersebut dengan sebaik-baiknya sehingga berlangsung lancar dan sukses.

Terakhir. Event ini berkait langsung dengan publikasi BDS/pendampingan. kita, sebagai orang2 yang mengaku bekerja sebagai pendamping/BDS, apa yang bisa kita bantu untuk acara di UNS ini?
apakah kita akan datang dengan tangan kosong belaka?
ataukah kita mau bantu pasang meja, dirikan tenda, fotocopy-kan materi, dsb dsb?
juga, ide2/pikiran kreatif apa yang bisa kita sumbangkan agar beban panitia menjadi lebih ringan?

kita punya asosiasi. barangkali asosiasi kita bisa lakukan sesuatu yang bermanfaat.
masih ada beberapa hari untuk berpikir dan berbuat.

Intermediator Teknologi Ristek

Salah satu bidang yg dibutuhkan UKM untuk. Mengembangkan usahanya adalah adanya
dukungan teknologi. Dan ternyata selama ini mereka tidak memiliki cukup akses ke
sumber2 teknologi. Untuk itu Ristek mencoba mengisi kekosongan tersebut dg memfasilitasi adanya
intermediator teknologi.

Saat ini telah ada 30 intermediator inovasi dan telah mengikuti berbagai
pelatihan baik di Indonesia maupun di Jerman selama beberapa bulan.  Dan selama 2 tahun kedepan  mereka dikontrak oleh Ristek untuk bekerja membantu UKM di beberapa propinsi. Oleh Ristek para
sarjana baru tersebut ditempatkan di Balitbangda.

Minggu lalu di Solo saya telah bertemu dengan intermediator mas eko dan mbak
galuh yg ditempatkan di balitbangda jateng. Hari ini saya beruntung bertemu dg
mbak riris, mas aria dan mas rifan Di kantor Kadin Surabaya. Mereka ditempatkan
di balitbangda Jawa Timur.

Walaupun baru memulai terjun di penguatan UKM, namun mereka tampak cukup
memiliki kepercayaan diri. Dukungan ristek dan Business Innovation Center
membuat mereka punya bekal lumayan untuk terjun ke lapangan.

Di Jawa Tengah, balitbangda akan undang BDS se jateng tgl 26 jan ini untuk
bertemu para intermediator tersebut. Artinya, akan dibangun sinergi antara
balitbangda-intermediator-BDS.

Dan, penting untuk diketahui, pada dasarnya para intermediator ini adalah BDS
juga seperti kawan2 yg lain. Mereka mengambil spesialisasi di bidang inovasi-
teknologi.

Berita lengkap tentang kegiatan mereka bisa dibaca di: http://www.ristek.go.id/file/upload/Pengumuman/2011/pelatihan_intermediator_teknologi/pelatihan_intermediator_teknologi.html. juga baca pula di: http://www.ristek.go.id/index.php/module/News+News/cid/1/id/9439

 

Selamat datang anak2 muda.
Anda cukup punya nyali untuk bertarung di rimba UKM.
Semoga waktu 2 tahun yg anda miliki, cukup menjadikan anda sebagai pendekar
tangguh sebagai konsultan/pendamping bidang teknologi.

Klinik UKM Jatim, Dari 4 Menjadi 10+2

LAYANAN KLINIK UKM JAWA TIMUR

Layanan Klinik UKM

Tidak terasa, tanggal 13 maret 2012 nanti Klinik UKM Jawa Timur akan berumur 4 tahun. sebuah usia yang masih muda bagi sebuah lembaga baru tentunya. Namun demikian, kiprah Klinik UKM Jatim ini sudah melampaui batas wilayah propinsi. Indikatornya jelas, diantaranya setiap bulan selalu menerima tamu dari berbagai pelosok negeri untuk studi banding, melihat secara langsung,   dan belajar bagaimana Klinik UKM bekerja dan melayani masyarakat.

Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Jawa Timur sebagai pengelola Klinik UKM tersebut juga kecipratan banyak berkah. sudah tidak terhitung lagi banyaknya undangan kepada pejabat dinas untuk ceramah di berbagai daerah menceritakan kisah sukses Klinik UKM. Dan, berkat kesuksesan dalam mengelola Klinik UKM ini pula (dan tentunya juga didukung oleh sukses yang lain, termasuk dukungan politik pak Gubernur), maka Pak Braman Setyo selaku kepala Dinas memperoleh promosi luarbiasa dengan ditarik ke Kementerian Koperasi & UKM sebagai salah satu Deputi Menteri. Ini peristiwa langka di jaman reformasi.

Kisah gerak maju Klinik UKM Jawa Timur tidak terlepas dari dukungan penuh Gubernur Jawa Timur Pak De Karwo terhadap Dinas Koperasi & UKM yang terhitung sangat luarbiasa. terjadi peningkatan alokasi anggaran yang signifikan guna mendorong munculnya berbagai aktivitas pelayanan kepada UMKM melalui Klinik UKM. Artinya, dukungan kebijakan yang total dari pimpinan daerah menjadi syarat mutlak bagi adanya program pemberdayaan yang berpihak kepada rakyat.

JUMLAH PELAYANAN MENINGKAT

Pada awal berdiri, Klinik UKM Jatim menyediakan 4 jenis layanan, yakni: konsultasi bisnis, informasi bisnis, advokasi, dan short course. dari keempat layanan tersebut, yang berjalan dengan baik dan berkembang dengan cepat adalah layanan Short Course. Dengan dukungan dana dari APBD, Klinik UKM mampu menyelenggarakan 24 short course dalam satu tahun.

Sampai dengan akhir tahun 2011, layanan klinik UKM meningkat tajam menjadi 10. yakni: konsultasi bisnis, informasi bisnis, advokasi dan pendampingan, short course, akses pembiayaan, akses pemasaran, pusat pustaka entrepreneur, mobile clinic, layanan IT-Entrepreneur, TV-UKM Online. dari berbagai layanan tersebut, sebagian diantaranya dilaksanakan atas kerjasama dengan pihak lain. Misalnya IT-Entrepreneur, hasil kerjasama dengan ITS Surabaya. Sedangkan Mobile clinic adalah hasil kerjasama dengan PT TELKOM.

Di tahun 2012 ini, Dinaskop & UKM Jatim berencana menambah 2 layanan baru, yakni layanan HKI dan layanan pajak. Bila tambahan layanan baru ini bisa terwujud, maka dalam usianya yang ke-4, klinik UKM Jatim telah mampu meningkatkan jumlah layanannya menjadi 400%.

 

SAATNYA MENENGOK KE BELAKANG

Tentu, kita wajib mensyukuri atas capaian Klinik UKM tersebut. Namun demikian, kiranya perlu pula kita “menengok ke belakang” sejenak untuk melakukan evaluasi. Hal ini diperlukan agar ke depan Klinik UKM Jatim semakin baik dan semakin berkualitas dalam melayani UKM.

Mungkin sudah ada kegiatan evaluasi di internal Dinas Koperasi & UKM Jatim terhadap jalannya Klinik UKM selama 4 tahun terakhir ini. Namun karena tidak tersedia dokumen yang dipublikasikan tentang hal tersebut, maka yang mungkin kita lakukan adalah memberi masukan dan saran tentang apa saja yang perlu dievaluasi dan apa usul saran untuk perbaikannya.

  • JUMLAH LAYANAN. Dari 4 menjadi 12, tentu sebuah capaian yang bagus. Namun demikian, apakah kebijakan menambah jumlah layanan secara ini sudah diimbangi dengan penyiapan daya dukungnya? contoh sukses mempertahankan layanan di Klinik UKM bisa di lihat untuk jenis layanan short course. secara konstan setiap tahun mampu selenggarakan 24 latihan, dengan jenis pelatihan yang beragam. contoh kegagalan bisa dilihat dalam pengelolaan mobile clinic. Artinya, sebaiknya untuk jenis layanan yang diminati oleh masyarakat, bisa lebih ditingkatkan kualitas dan volumenya. sedangkan untuk layanan yang tidak berjalan dengan baik, bisa saja di hentikan. Dan ini bukan hal tabu. Lebih baik di stop, daripada membebani pengelola klinik.
  • MANAJEMEN PENGELOLA KLINIK. Selama 4 tahun, relatif tidak tampak perubahan drastis di dalam manajemen yang mengelola Klinik UKM Jatim. pertanyaannya, manajemen yang sekarang telah bekerja hampir 4 tahun ini sudah berhasil, biasa saja, ataukah gagal dalam menjalankan tugasnya? perlu dievaluasi dengan menggunakan ukuran2 kinerja yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. Momentum Penggantian Kepala Subdin UKM di Dinaskop & UKM Jatim di awal februari ini bisa menjadi titik masuk yang tepat. Semoga Ibu Kasubdin yang baru mampu dengan jernih melihat dan memperbaiki berbagai kelemahan dalam pengelolaan Klinik UKM Jatim
  • PERAN KORWIL ABDSI JATIM. Kiranya perlu ditata kembali dimana letak dan peran Korwil dalam pengelolaan Klinik UKM. Jangan terus menerus dibiarkan dalam situasi abu-abu seperti saat ini. Perlu dilihat ulang apakah SK Pengelola Klinik oleh ABDSI di tahun 2008 lalu masih efektif berjalan. Dibutuhkan nyali untuk lakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
  • PERAN STAKEHOLDERS. saya belum melihat adanya forum ini di Klinik UKM Jatim. UKM diperankan sebagai obyek murni dalam implementasi program klinik. Berbagai asosiasi UKM belum diperankan secara optimal sebagai partner sejajar. Hal ini menjadi tantangan bagi Dinaskop & UKM Jatim. Perlu ada perubahan paradigma mendasar dalam pola penanganan UKM, khususnya terkait dengan Klinik UKM Jatim
  • KEBERLANJUTAN. Jelas, Klinik UKM berada dalam ranah Goverment Services. Artinya, semua layanan KLINIK terhadap UKM adalah bentuk dukungan pemerintah terhadap UKM. dan semuanya disediakan secara gratis. Namun demikian, apakah hal ini bisa berlangsung secara terus menerus? bagaimana kalau gubernur baru nantinya berubah pikiran dan tidak anggap lagi UKM sebagai program yang menarik?. hal ini perlu dipikirkan. dan Jawa Timur beruntung telah memiliki Perda nomor 6 tahun 2011 tentang pemberdayaan UMKM. Ini bisa jadi alat pengendali agar program2 pemberdayaan UKM di Jawa Timur, khususnya melalui klinik UKM, bisa terus berlanjut dan semakin menguat.
  • SINERGI VERTIKAL HORISONTAL. Upaya Dinaskop & UKM Jatim mendorong tumbuhnya Klinik UKM di kabupaten-kota patut diacungi jempol. namun namun upaya tersebut tidak mudah. walau sudah dipancing dengan berbagai insentif, tidak semua daerah meresponnya dengan baik. Salah satu daerah yang bisa diacungi adalah Kabupaten Banyuwangi. Pak Bupati merespon dengan sungguh2 ajakan dari Dinaskop & UKM tersebut. Salah satunya adalah dengan menyediakan mobil klinik melalui dana APBD setempat. Upaya mendorong pemerintah kabupaten-kota lainnya di Jawa Timur untuk menyediakan klinik UKM harus terus menerus dilakukan. tidak boleh bosan. selain itu, diperlukan sinerti horisontal antara klinik UKM dengan berbagai lembaga sejenis, khususnya BDS-P. hal tersebut diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih bidang garap (jeruk makan jeruk). Jumlah BDS-P yang cukup banyak di Jawa Timur perlu diberdayakan. Klinik pasti memiliki banyak keterbatasan. dan itu bisa diatasi dengan bersinergi.

 

Tak ada yang mudah. Namun dimana ada kemauan, di situ ada jalan. dan Klinik UKM telah membuktikannya.

 

satu banding seratus – Ide Liar Prof Totok

Prof Totok Mardikanto, ketua PSP-KUMKM LPPM UNS dalam sebuah kesempatan ngobrol ringan dengan saya sempat lontarkan ide guyon tapi menurut saya hal yang serius.

Beliau berasumsi, jika setiap 100 UMKM membutuhkan 1 konsultan pendamping/BDS, maka dengan jumlah UMKM di Indonesia saat ini yang lebih dari 50 juta, maka dibutuhkan 500 ribu konsultan baru.

ini penyerapan tenaga kerja terdidik yang luarbiasa besarnya. apalagi mereka akan bekerja di tempat2 strategis, yakni di jantung ekonomi rakyat.

Satu banding seratus…… bagaimana menurut anda??

Memperkuat PSP-KUMKM Sebagai MESO BDS

Sedari awal, saya bersama pak Zabadi dan prof Ravik menyepakati untuk membangun sebuah BDS Resource-Center yang berbasis di Solo. inilah BDS Resource-Center pertama dan satu-satunya di Indonesia. dan keberadannya menjadi pendukung strategis bagi terwujudnya UNS sebagai kampus UKM. sekaligus sebagai MESO BDS yang mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas BDS di Indonesia.

 

Melalui mekanisme di internal UNS Surakarta, akhirnya muncullah nama PSP-KUMKM yang diresmikan oleh pak Menteri bulan Juni 2011 lalu. PSP-KUMKM adalah bentuk baru/penjelmaan BDS LPPM UNS. dengan struktur yang lebih lengkap, dan tugas dan peran yang lebih luas. hampir semua pengelola BDS LPPM UNS diboyong ke PSP-KUMKM.

 

dalam umurnya yang belum genap 6 bulan, lembaga ini telah mendapat kepercayaan luarbiasa.

pertama, dipercaya oleh kementerian koperasi untuk menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi 400 BDS dari seluruh Indonesia di tahun 2012 ini. direncanakan start bulan maret 2012.

kedua, melalui upaya pak Rektor, memperoleh hibah dari Mendikbud berupa gedung 4 lantai untuk kantor dan kegiatan operasional PSP-KUMKM. gedung ini akan dibangun dan bisa ditempati di tahun 2012 ini juga.

ketiga, dipercaya oleh BNI untuk membangun model pengembangan usaha mikro berbasis dukungan pembiayaan. setiap konsultan/BDS akan memperoleh kredit rp 100 juta dari BNI untuk disalurkan ke usaha mikro binaan konsultan tersebut.

keempat, dipercaya oleh HIPMI untuk selenggarakan secara bersama-sama selenggarakan pameran CSR/PKBL di bulan februari nanti.

 

Dan, PSP-KUMKM segera unjuk gigi dengan selenggarakan 1st UNS MSME SUMMIT and AWARD 2012 tanggal 16-19 februari di solo.

 

melihat itu semua, apakah kawan2 BDS akan tetap duduk manis sebagai penonton?

bila ya, anda pasti rugi besar. anda tidak memperoleh manfaat dari keberadaan PSP-KUMKM.

 

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk memperkuat PSP-KUMKM ini?

usulan saya:

– memperkuat BDS library di PSP-KUMKM. Koleksi berbagai dokumen penting terkait BDS dan UKM yang anda miliki, bisa di share ke PSP-KUMKM. lebih baik dalam bentuk softcopy, agar tidak muncul biaya yang besar dan memberatkan.

– bergabung di Consultant Pool PSP-KUMKM. mari kita tunjukkan bahwa BDS memiliki sumberdaya manusia yang hebat dan pilihan.

– Menjadi pendiri MASYARAKAT UMKM / UMKM Community. sebuah forum dunia datar beranggotakan orang/lembaga yang perduli terhadap pemberdayaan UMKM, yang concern mewujudkan dirinya sebagai KOMUNITAS BERBAGI.

– Training provider. anda bisa bergabung dg PSP-KUMKM dengan bekerjasama menyelenggarakan training tertentu yang anda kuasai dan memang dibutuhkan oleh UMKM.

– Sharing Good Practices. saya yakin anda punya pengalaman segudang dalam memberdayakan UMKM. dan itu semua adalah harta yang tak terhingga.

anda bisa menambahkan daftar usulan tersebut dengan berbagai ide segar lainnya.

 

selamat menghadapi tantangan….

 

Tiada Berbeda

Tentang waktu.
Kemarin, hari ini, dan esok, tak ada bedanya.
Semuanya tetap berdurasi 24 jam.

Yg berbeda adalah cara kita menyikapinya.

Dan beruntunglah bagi anda yg mampu menjadi lebih baik, lebih berkualitas, lebih
bermakna, dibanding hari kemarin.

Bagaimana dg hari esok?
Mari kita siapkan diri kita dg sepenuh hati agar besok menjadi hari yg lebih
baik dibanding hari ini.

Tidak dg tiup terompet sepanjang malam. Tidak juga dengan pencet tombol klakson
di sepanjang jalan.

selamat tahun baru kawan.

Pelepasan Calon Pengusaha Sapi – Komunitas Bangun Mandiri

Wisuda KBM Sapi

Komunitas Bangun Mandiri (KBM) sebuah program yang membekali para pemuda yatim ketrampilan bisnis yang digagas oleh Mandiri Enterpreneur Center Yayasan Yatim Mandiri dengan dukungan konsultasi dari PEACBromo secara resmi telah mencetak 13 calon wirausaha peternakan sapi.

Pelepasan calon wirausaha ditandai dengan acara wisuda setelah mereka selama 10 bulan mengikuti program ini. Bertempat dibalai desa Branbowan kecamatan Ngasem Bojonegoro (22/12/2011)  sebanyak seratus undangan hadir baik dari instansi pemerintah, dinsos, NGO hingga undangan dari MCL perusahaan koorporasi ekplorasi minyak blok cepu. Para undangan menyimak acara yang dirangkai dengan presentasi bisnis dari peserta terbaik yakni Suminto dan Hamdan Habibi.

Dalam presentasinya, Suminto, peserta terbaik mengatakan, dirinya bersama anggota kelompoknya telah mendapatkan ketrampilan bisnis penggemukan sapi serta akses pemasaran baik pasar hewan local, maupun pasar Jakarta, sehingga dirinya siap untuk mengelola sapi dari invetor, ujarnya.

Hal senada dikatakan Hamdan Habibi, peserta terbaik kedua, yang telah menyiapkan kandang dengan kapasitas 20 ekor di Malo Bojonegoro, yang akan dikelola bersama rekan-rekan alumni KBM dengan system bagi hasil kepada calon investor.

Program KBM ini sendiri telah membekali pesertra ketrampilan bisnis penggemukan sapi yang meliputi pemilihan bakalan, manajemen kandang, pembuatan pakan,kesehatan hewan hingga pembuatan kompos. Peserta sendiri telah praktek secara langsung penggemukan sapi dan pemeliharaan sapi dari investor dengan total 16 ekor sapi yang keuntungannya mencapai lebih dari sepuluh juta.

Kaji Ulang Aturan Pajak Penghasilan UKM

Pemerintah melalui kementerian Keuangan dan Kementerian Koperasi dan UMKM sudah menyepakati besaran tarif pajak penghasilan (PPh) untuk koperasi dan  UMKM sebesar 0,5%-2% dari omset tahunan.

Pelaku usaha beromset di bawah Rp300juta pertahun akan dikenai pajak sebesar Rp0,5% per tahun, sedangkan usaha beromset di atas Rp300 juta-4,8 miliar  dikenai PPh 2%.

Pelaku usaha kecil menengah (UKM) meminta pemerintah mengkaji ulang regulasi pajak penghasilan (PPh) yang akan diterapkan pada pelaku UKM.  Besaran pajak yang harus dibayarkan pelaku usaha tersebut dianggap masih terlalu besar, untuk itu ketentutan besarannya direvisi menjadi lebih kecil.

Pak Fadel Dihabisi Beruang Serakah

Saya tidak ingin ikut2an membicarakan urusan copot mencopot pak Fadel yang masuk ranah politik.  Namun ada satu hal yang patut kita sayangkan, menteri yang punya nyali membela ekonomi kerakyatan, justru malah tersungkur. Silahkan simak tulisan pak Rhenald Kasali dibawah ini. Betapa “beruang-beruang lapar” telah menggilas pak Fadel. Terlalu banyak orang yang takut terganggu “kemapanannya” dengan sepak terjang pak Fadel.  Dan ini juga menunjukkan, perjuangan membela kepentingan rakyat banyak, masih jadi simbol politis semata.  apakah kita akan menyerah? tidak. Pak Fadel boleh tersungkur dari kabinet. tapi semangat dan kerja cerdasnya membela rakyat, tidak boleh kita biarkan habis tertelan waktu. selamat membaca.

================================================

Secara pribadi saya tidak mengenalnya, bahkan bertemu saja baru satu
kali. Itu pun di sebuah forum resmi, dalam diskusi tentang ekonomi
kelautan yang diselenggarakan Radio Smart FM di Medan beberapa bulan lalu.

Namun, sejak Indonesia kehilangan Jusuf Kalla sebagai ”pendobrak” dan
”penggerak” ekonomi yang tidak pernah diam dalam ide, saya menemukan
sosok ”bergerak” pada Fadel Muhammad. Selain tangannya dingin, kakinya
ringan bergerak. Seperti yang sering saya katakan kepada para ekonom
muda, ekonomi Indonesia ini bukannya kereta api otomatis yang cuma butuh
jari untuk dijalankan.

Ekonomi kita adalah sebuah kapal besar yang tak akan bergerak kalau
hanya dipikirkan. Ekonomi kita butuh a real entrepreneur yang piawai
menggerakkan, melakukan breaktrough dan siap berperang melawan para
mafioso. Jadi, pemimpin seperti inilah yang kita butuhkan, bukan harus
dikurangi, tetapi perlu diperbanyak. Sayang kalau kita mengabaikannya.

Berperang Melawan Belenggu

Fadel mengagetkan kita saat dia maju berperang melawan ”beruang-beruang
ekonomi” yang memaksa Indonesia melakukan impor komoditas tradisional
yang banyak dikonsumsi rakyat. ”Beruangberuang” itu tidak hanya
memasukkan barang, melainkan juga menyodorkan data-data yang sudah
dipoles yang seakan- akan kita sudah kekurangan segala komoditas dari
beras, daging sapi,sampai garam, dan bawang merah. Pokoknya semua kurang
dan mengancam inflasi.

Lalu apalagi kalau bukan harus impor? Kita melihat Fadel maju ke depan
membongkar kontainerkontainer berisi ikan kembung yang diselundupkan ke
pasar Indonesia. Bukan cuma ikan kembung. Ternyata ikan lele dari
Malaysia yang sangat mudah dikembangbiakkan di sini juga membanjiri
pasar domestik melalui perbatasan Kalimantan, Pelabuhan Belawan, dan
pelabuhan-pelabuhan penting lainnya.

Dari ikan kembung dia bergerak menyelamatkan industri garam rakyat yang
bertahuntahun digempur para importir bangsa sendiri. Impor-impor seperti
itu jelas sangat berbahaya bagi masa depan bangsa ini.Harga impornya
boleh sangat murah, dipasarkan dengan dumping atau tidak, tetapi
perlahan-lahan mematikan ekonomi rakyat yang tersebar di seluruh pesisir
Nusantara.

Setelah pertanian terpuruk, kini petambak garam pun dibunuh bangsa
sendiri. Fadel-lah yang menuntut agar harga dasar garam rakyat
dinaikkan. ”Kalau petambak hanya menerima Rp325 per kilogram, bagaimana
mereka bisa hidup?”gugatnya.Dia pun mengusulkan agar dinaikkan menjadi
Rp900.Petambak garam tentu senang dan mereka bisa kembali bekerja.

Tetapi kabar itu tak berlangsung lama karena kita mendengar Kementerian
Perdagangan hanya mau menaikkan sampai ke Rp700. Itu pun beredar kabar
ada saja pejabat—yang berdalih atas nama pasar bebas—tak mau tanda
tangan. Petambak bisa jadi senang kepada Fadel, tetapi importir dan
pemberi lisensi impor belum tentu.

Kalau petambak garam dimanjakan Presiden, mereka bisa kembali
menyekolahkan anak-anaknya dan makannya bisa lebih terasa enak.Mereka
akan giat berproduksi dan impor garam akan hilang. Apakah benar inflasi
akan terjadi hanya karena harga garam naik? Beberapa orang meragukannya,
pasalnya harga dari petani yang rendah tidak menjamin harga kepada
konsumen ikut rendah.

Bahkan impor murah sekalipun hanya menjadi alasan bagi importir untuk
menguasai pasar.Harga akhir yang dibayar konsumen pun tetap saja tinggi.
Lantas kalau harga dasar petambak dinaikkan, bagaimana nasib importir?
Tentu mereka tidak tinggal diam. Menteri Perdagangan—atas nama
perjanjian dagang yang dipayungi WTO—dan kita semua yang pernah belajar
teori ekonomi, boleh saja percaya pada kompetisi dan pasar bebas.

Tetapi secara moralitas,tak ada bangsa yang secara tulus dan ikhlas
membuka pasarnya secara bebas,murni 100%. Hanya bangsa yang bodohlah
yang membiarkan pintunya dibuka lebar-lebar dan membiarkan
”beruang-beruang ekonomi” menari-nari memorak- porandakan pasar domestiknya.

Sementara pasar timbal-baliknya dibarikade dengan standar dan
peraturanperaturan yang tidak bisa ditembus. Anda tentu masih ingat
betapa sulitnya produkproduk kelautan kita menembus pasar Amerika dan
Eropa. Ketika Indonesia membuka pasar perbankan begitu leluasa bagi
bank-bank asing,misalnya, Bank Mandiri kesulitan membuka satu saja
cabangnya di Kuala Lumpur.

Apalagi membuka cabang dan jaringan ATM. Di Eropa kita juga melihat
betapa sengitnya bangsa-bangsa yang percaya pada pasar bebas membuka
pasar industri keju lokalnya dari gempuran keju buatan Kraft yang
diproduksi secara massal. Di Amerika Serikat masih dalam ingatan kita
pula, barikade diberikan kepada China saat CNOOC (China National
Offshore Oil Corporation) berencana membeli perusahaan minyak Amerika
(UNOCAL).

Sejumlah anggota kongres menekan Presiden Bush (2005) agar pemerintah
membatalkan proposal China tersebut. Keju,minyak,udang,kopi,kertas,
minyak sawit, atau tekstil sekalipun selalu dihadang masuk kalau
industri suatu bangsa terancam. Jadi apa yang terjadi dengan lisensi
impor di negeri ini? Sebuah keluguan atau kesengajaan? Bisakah kita
memisahkan perdagangan dari pertahanan dan keamanan kalau wujudnya sudah
mengancam kehidupan? Siapa peduli?

Pro-Poor

Maka sangat mengejutkan saat pekan lalu kita membaca Fadel Muhammad
tidak lagi menjalankan tugas negara sebagai menteri kelautan dan
perikanan. Sebagai warga negara kita mungkin terlalu rewel untuk
mempersoalkan pencopotannya sebab semua itu adalah hak Presiden. Tetapi
bagi seorang yang menjalankan misi Presiden yang pro poor–pro growth dan
pro job, saya kira pantas kalau nada sesal layak kita ungkapkan.

Dia justru diganti karena membela kepentingan rakyat, pro-poor.
Ibaratnya dia tengah berada di garis depan melawan ”beruang-beruang
ekonomi” yang hanya memikirkan keuntungan sesaat dengan ”membeli”
lisensi impor yang mematikan hak hidup rakyat jelata. Saya sebut mereka
”beruang ekonomi”karena seperti yang dikatakan Fadel, sesendok garam itu
asin,tapi sekapal garam adalah manis.

Hanya beruanglah yang mampu mengendus rasa manis itu. Tahukah
”beruang-beruang ekonomi”itu bahwa petambakpetambak garam dan nelayan
adalah penjaga perbatasan yang melindungi negeri dari segala serangan.
Apa jadinya negeri ini bila hidup mereka dilupakan?

Bukankah lebih baik menjaga pertahanan perbatasan dengan memberikan
kapal-kapal yang bagus dan pekerjaan yang menarik kepada para nelayan
daripada membeli kapal perang yang tak pernah cukup untuk menjaga
bibir-bibir pantai yang begitu luas?

Maka yang mengejutkan publik sebenarnya adalah mengapa bukan ucapan
terima kasih dan bintang yang disematkan pada Fadel; melainkan
serangkaian ucapan defensif dari kelompok-kelompok tertentu?

Karena itu, melalui tulisan ini, saya justru ingin memberi motivasi yang
tulus agar Fadel Muhammad tidak berhenti sampai di sini,melainkan terus
berkarya bagi kaum papa, petani-petani garam, dan para nelayan yang
”kalah” bukan dari persaingan bebas, melainkan dari ”beruang-beruang
ekonomi”yang menjual negeri melalui lisensi impor.

Seorang pemimpin sejati tidak memimpin hanya karena dipanggil
tugas.Pemimpin sejati bertugas karena panggilan. Saya senang membaca
berita bahwa Fadel telah kembali bekerja dengan Yayasan Garamnya.
Selamat bergabung di sektor ketiga. Inilah sektor kemandirian yang
bekerja murni untuk memberantas kemiskinan.

Inilah sektor non-APBN yang memanggil orang-orang yang mau berjuang
tanpa pamrih. Asosiasi Kewirausahaan Sosial yang saya pimpin tentu
senang menyambut Fadel.Saya percaya Fadel pasti bisa berbuat lebih besar
karena dia punya kekuatan perubahan yang justru tak dimiliki politisi
lain. Simpati besar dari rakyat untuk Fadel layak kita sematkan.

RHENALD KASALI Ketua Program MM UI